Jumat, 08 Oktober 2010

abstraaaak jiwaaa

Perbedaan Kecerdasan Emosi antara Siswa Kelas XI Program akselerasi dan RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) di SMAN 3 Surakarta.

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosi antara siswa kelas XI program akselerasi dan RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional)di SMAN 3 Surakarta

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei 2010 di SMAN 3 Surakarta. Pengambilan sampel dilaksanakan secara purposive quota sampling dengan kriteria inklusi adalah (1) Kelas XI program RSBI (2) Kelas XI program Akselerasi (3) Bersedia mengikuti sebagai responden dan telah menyetujui lembar informed content. Sampel tidak dapat dipilih jika (1) memiliki skor L-MMPI > 10, (2) Anak dengan stresor psikososial yang tinggi (Skor IPSP > 24) (3) Anak dengan cacat tubuh, penyakit fisik yang berat atau menahun (4) Siswa yang belum pernah mengikuti program akselerasi sebelum duduk dibangku SMA. Sampel mengisi (1) lembar informed consent, sebagai tanda persetujuan, (2) kuesioner Skala L-MMPI untuk menilai dan mengetahui kejujuran dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, (3) kuesioner IPSP untuk mengetahui derajat stressor psikososialnya, dan (4) kuesioner Kecerdasan Emosi. Diperoleh data yang dapat dianalisis sebanyak 70 sampel. Data kemudian dianalisis menggunakan (1) Uji normalitas data Kolmogorov Smirnov Test (2) Uji T Independent melalui SPSS 18.0 for Windows.

Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian ini, didapatkan (1) rerata skor kecerdasan emosi pada siswa kelas XI program akselerasi sebesar 115,3 ± 9,094 dan untuk siswa kelas XI program RSBI sebesar 111,3 ± 5,856 (2) hasil uji T Independent menunjukkan nilai t=2,051 dan p=0.046.

Simpulan Penelitian: Terdapat perbedaan kecerdasan emosi yang bermakna antara siswa kelas XI program akselerasi dengan siswa kleas XI program RSBI di SMAN 3 Surakarta.

1 komentar:

  1. penelitian yg menarik...


    bgm klo model penelitiannya diubah menjadi tipe cohort apa kira2 hasilnya akan sama?

    BalasHapus